Nikah dalam Islam

Komik singkat Nikah dalam Islam ini merupakan bagian dari buku komik baruku yang berjudul Sex in Islam (Sex dalam Islam) menurut Nabi Mamad SAW. Saya menampilkan komik ini karena terdorong rasa iba atas kasus cerai yang dialami Fani Oktora (18 tahun). Dia dicerai begitu saja melalui SMS oleh Bupati Garut Aceng Bachtiar hanya empat hari setelah pernikahan, dengan tuduhan “sudah tidak perawan lagi.” Bedebah bangsath si Aceng gila.

131041_fanytasik

Fani Oktora, korban kebejadan moral si Aceng yang dengan seenaknya menuduhnya “sudah tidak perawan lagi.”

Kata si Aceng: “Malam pertama rasanya bukan perawan dan tidak keluar darah.” Gak ada tuh organ yang namanya “selaput dara” di bagian vagina wanita. Silakan cari sampe mampus kalo gak percaya. Dengan sex foreplay yang mencukupi dan suasana bathin yang memadai, wanita akan terangsang dan mengeluarkan cairan pelumas di bagian vagina sehingga tidak berdarah saat berhubungan sex, bahkan sekalipun baru pertama kali melakukan hubungan sex. Ngesex sampai berdarah-darah kayak harapan si Aceng hanya terjadi jika pria melakukan penebusan vagina secara paksa dan wanita belum siap menerimanya, alias perkosaan.

Tindakan semena-mena Aceng bangsat mengingatkan gw sama pengertian nikah dalam Islam, yang memang sifatnya SANGAT seenaknya saja terhadap kaum wanita, yang penting bagian selangkangan NABI/Muslim SENANG dan TERPUASKAN.

 

nikah_1

 

 

nikah_2

 

 

nikah_3

nikah_4

 

Sumber:

1. Kitab (Book of) Al Nikah. Commentary of Imam Ahmed Ben Ali Ben Hagar Al Askalani, Beirut, Dar Al Balagha, 1986.

 

2. Sahih al-Bukhari, Volume 7, Book 62, Number 142

Narrated Anas bin Malik:

The Prophet used to pass by (have sexual relation with) all his wives in one night, and at that time he had NINE wives.

terjemahan:

Dikisahkan oleh Anas bin Malik:

Sang Nabi seringkali menggiliri/ngesex dengan semua istrinya dalam satu malam, dan pada saat itu dia punya SEMBILAN istri. 

 

3. Hadith Bukhari, Vol. 7, Book 62, Number 48

Narrated Hisham’s father: 

Khaula bint Hakim was one of those ladies who presented themselves to the Prophet for marriage. ‘Aisha said. “Doesn’t a lady feel ashamed for presenting herself to a man?” But when the Verse: “(O Muhammad) You may postpone (the turn of) any of them (your wives) that you please.’ (33.51) was revealed. ” ‘Aisha said. ‘O Allah’s Apostle! I do not see but that your Lord hurries in pleasing you.’

terjemahan:

Disampaikan oleh ayah Hisham:

Khaula binti Hakim merupakan salah seorang dari para wanita yang menawarkan diri mereka untuk dinikahi sang Nabi. Aisyah berkata, “Apakah wanita itu tak merasa malu karena menawarkan dirinya pada seorang pria?” Tapi lalu turunlah ayat berikut: “Wahai Muhammad, kau boleh menunda ngesex dengan istrimu yang manapun, sesukamu saja.” (33:51) Lalu Aisyah berkata: ‘Wahai Rasul Allah, ternyata Tuhanmu cepat banget bertindak untuk menyenangkan dirimu.

 

Hadis luar biasa di atas menunjukkan bahwa Aisyah yang masih kecil saja sudah menyadari bahwa Allah ternyata hanyalah Tuhan ciptaan Muhammad yang digunakannya sebagai alat untuk menghalalkan nafsu berahinya. Jika Aisyah yang hidup di jaman duluuuu dan masih kecil saja sudah bisa melihat akal-akalan ini, mengapa para Muslimah dewasa di jaman modern ini tetap tidak juga menyadarinya? Gak pernah baca hadis Bukhari? Baca tanpa menggunakan otak?

 

oooOOOooo

 

Ijab Kabul Artinya Jual Beli Wanita

Ijab kabul itu sebenarnya berartinya jual beli, bisa jual beli wanita (nikah).

http://id.wikipedia.org/wiki/Ijab_kabul

Bunyi dari Ijab Kabul dalam pernikahan Islam:

 

Bahasa Indonesia

 

Dalam bahasa Indonesia, pernyataan ijab kurang lebih sebagai berikut:“Saya nikahkan engkau, xxxx bin yyyy dengan ananda xxxx binti yyyy , dengan mas kawin zzzz dibayar 

Pernyataan di atas harus segera dijawab oleh calon mempelai pria, tidak boleh ada jeda waktu yang signifikan (sehingga bisa disela dengan pengucapan kabul oleh pihak selain calon mempelai pria), yaitu:“Saya terima nikahnya xxxx binti yyyy dengan mas kawin tersebut dibayar 

Jadi pernikahan dalam Islam adalah pelacuran terselubung berbungkus dengan agama karena bisa diceraikan kapan saja.

Cewe juga harus melayani walaupun capek, kalau nggak bisa/mau, maka dianggap dosa.

 

oooOOOooo

 

Hadith Sahih Bukhari 6:60:139

Narrated Abdullah: 

We used to participate in the holy wars carried on by the Prophet and we had no women (wives) with us. So we said (to the Prophet). “Shall we castrate ourselves?” But the Prophet forbade us to do that and thenceforth he allowed us to marry a woman (temporarily) by giving her even a garment, and then he recited: “O you who believe! Do not make unlawful the good things which Allah has made lawful for you.” Qur’an 5:87)

terjemahan:

Dikisahkan oleh Abdullah:

Kami sering berperang jihad yang diselenggarakan oleh sang Nabi dan saat itu para wanita kami tidak berada bersama kami. Maka kami berkata pada Nabi, “Haruskah kami mengebiri diri kami sendiri?” Tapi Nabi melarang kami melakukan itu dan dia mengijinkan kami melakukan nikah Mut’ah (kontrak sex sesaat dengan tujuan cerai setelah ngesex) dengan memberi bayaran pada wanita itu sehelai kain saja. Setelah itu Nabi mengutip ayat Q 5:87: “Wahai Muslim! Janganlah mengharamkan hal² baik (misalnya ngesex Mut’ah) yang telah dihalalkan Allah bagimu.”

oooOOOooo

 

Nikah Misyar (Arabic: المسيار‎) is a Nikah (marriage) carried out via the normal contractual procedure, with the specificity that the husband and wife give up several rights by their own free will, such as living together, equal division of nights between wives in cases of polygamy, the wife’s rights to housing, and maintenance money (“nafaqa”), and the husband’s right of homekeeping, and access etc. [1]

[1] Al-Qaradawi, Yusuf: Misyar marriage

terjemahan:

Nikah Misyar adalah Nikah yang dilakukan lewat prosedur Islamiah yang normal, tapi pihak suami dan istri membatalkan hak² mereka dengan sengaja dan senang hati, seperti hidup bersama di satu atap, giliran Muslim mengunjungi istri dengan adil dalam kasus poligami, hak istri untuk minta rumah (tempat tinggal), dan nafkah, dan hak suami untuk memiliki rumah, dll.

Jadi Nikah Misyar (halal di Islam Sunni, tapi tak dilakukan di Islam Syiah) itu mirip dengan Nikah Mut’ah (halal dalam Islam Syiah, tapi haram di Islam Sunni). Jika dalam Nikah Mut’ah, pasutri cerai setelah kontrak waktu habis, di Nikah Misyar pihak suami boleh tetap mempertahankan pernikahan tanpa perlu tinggal serumah dengan istri, tanpa perlu menafkahi istri, dan istri gak boleh minta apapun sama suami. Enak kan suaminya?

Moral apakah yang bisa didapat dari hukum Nikah Islam nan naudzubileeee ini? Moral onta Arab ngesex kaleeee….

oooOOOooo

http://prophetmuhammadillustrated.com/nikah-dalam-islam.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>